Ihayy - Kita Terlalu Keras Kepala


Bukankah getar langit telah memberi isyarat yang cukup? Tangan kita memang tak tertulis untuk saling genggam dan saling tangkup.

Terkadang kita memang manusia yang senang memelihara keras kepala. Gigih juangkan satu, meski kita adalah dua yang tak akan saling padu dalam garis waktu.

“Tapi mauku itu kamu!”

Banyak semoga yang keras menghempas, berusaha mengetuk pintu langit agar seluruh mustahil retas. Hendak menggugat Tuhan tentang sepasang kepemilikan yang ingin kita menangkan. Barangkali, Dia tersenyum dari balik tirai misteri yang pelan-pelan telah menguliti segenap rasa dari jantung hingga ke nadi. Perih, cinta, realita; tetap saja kita terlalu biasa untuk mampu memaksa.

“Bisakah kita memiliki satu hari yang lebih panjang dari biasanya untuk saling memeluk lebih lama?”

Selama embus napas masih menghela rindu sebagai candu, maka segala negosiasi perihal waktu terus mengudara walau dalam bayang-bayang semu.

Kita, kemustahilan yang begitu keras kepala untuk menjemput selamanya. Kita telah memahaminya sejak lama—selama langkah masih berpijak pada bumi, abadi adalah hal yang begitu fana.

“Tidak apa. Aku tetap keras kepala, menerbangkan segenap semoga yang ditertawakan semesta. Biar rasaku abadi tercatat pada langit selamanya.”


Kita Terlalu Keras Kepala ditulis oleh Ihayy
Kota Air, 20 Desember 2021

ATAU

Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
2 Comments
  • Unknown
    Unknown 2/1/22, 12:34 AM

    Aaaaaa, keren ada backsound-nyaaa 💕💕

    • Mas Azer
      Mas Azer 2/1/22, 2:03 AM

      keren sih kerennn... tapi itu kenapa pake nama "unknown"

Tulis Komentarmu
comment url