Cinta yang Tidak Berjalan Mudah


masazer.com
teruntuk Nonaku yang senantiasa indah


Nona ...
Pada keindahan yang kita namakan Cinta, kita pernah saling menggapai hingga akhirnya semua rasa itu sampai dan berhasil tercapai, meski pada akhirnya terpaksa kita harus terlerai.

Nona ...
Pada debar dada yang kita namakan Rindu, kita pernah saling mencari tatkala sendiri dan terendap sepi, hingga akhirnya kita sadari bahwa di ujung mimpi pertemuan gagal menepi.

Perihal engkau, Nona ...
Ah!
Kehidupan sudah lebih dahulu menarik takdirnya ke arah yang tidak kita mengerti, mimpi-mimpi yang pernah kita setujui tak bisa terjadi. Rencana-rencana yang mengudara cuma jadi sebatas suara berujung fana. Justru hanya kenyataan nyeri nan ngeri yang datang menghampiri. Entah mengapa kisah kita mesti semenyedihkan ini.

Aku tahu, Nona ...
Semua ini bukanlah maumu, bukan pula kemauan kita, hanya saja tangan-tangan kuasa yang tidak mampu kita atasi telah mencengkramkan kuku-kuku ganasnya dan menarik engkau semakin jauh dari jangkauanku. 

Aku paham, ini kemauan orang-orang di belakangmu, yang lebih memandang hal materi ketimbang substansi cinta dalam hati.

Mau bagaimana pun aku melawan, beginilah kenyataan akhirnya, yang berjuang akan kalah dengan yang beruang, yang mencinta akhirnya kalah dengan yang bertahta. Menyebalkan!

Maafkan aku, Nona.
Maafkan kelemahanku yang tak mampu melawan kekuatan tangan-tangan yang membawamu.
Maafkan kekerdilanku sehingga tak mampu mengambilmu kembali ke dalam pelukanku
Maafkan, aku mohon maafkan aku setulus hatimu, Nona.

Nona, bila aku harus membayar semua ketidakberdayaanku, maka biarkan sampai detik ini aku masih di sini untuk menanti. Walau entah sampai kapan aku harus menunggu belenggu itu terlepas darimu.

Aku masih di sini, terjebak di antara ketidakpastian tanpa tahu bagaimana kabarmu saat ini. Aku akan tetap begini bila pun harus menantimu sampai detik akhir nanti, walau mendapatkanmu kembali seperti mustahil terjadi. AKU TIDAK PEDULI!


Biar saja aku korbankan diri untuk tetap berdiri sendiri, meski sampai kau tidak datang kembali.

Biar saja aku kobarkan jiwa ini dalam api abadi, meski tidak kuketahui bagaimana perasaanmu saat ini.

AKU TIDAK PEDULI!
Sekalipun seiring berjalannya waktu perasaanmu mungkin mulai memudar.
Sekalipun dalam hatimu rindu untukku sudah kehilangan debar.
Aku masih akan tetap mencintaimu dan menyayangimu dengan sadar.
Aku masih akan menunggumu dengan setulus sabar.

Hanya saja, aku juga lelaki hampa yang hidup dalam realita nyata. Dalam pandangan dunia, masa menanti dan menungguku memiliki batas waktu, sebelum nantinya orang tuaku akan memaksa diriku untuk mencari pendamping baru, walau tidak pernah terpikirkan olehku selain dirimu.

Ah, kenapa perjalanan kisah cinta kita serumit ini? Kenapa kehidupan cinta kita tidak berjalan dengan mudah, Nona. Kenapa?!

Sampai saat itu tiba, aku cuma menyimpan satu harap, kau bisa kembali padaku sebelum aku terpaksa menerima kisah baru dari kehidupan kasihku.

Nona ...
Apapun yang terjadi nanti, percayalah, kau adalah wanita yang paling kuharapkan menjadi kekasih abadi.

________

ATAU

Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url