Antara Laptop dan Aku




Suatu pagi di minggu terakhir bulan Oktober.

Pagi itu tiba-tiba laptopku (Lenovo ThinkPad T430) nyangkut di Bluescreen. Panik? Sudah pasti. Aku masih berkutat dengan puluhan tugas menjelang Ujian Semester. Semua file yang kukerjakan ada di laptop semua, dari tugas word, excel, photoshop, dan mentahan file-file penting lainnya, belum dibackup. Mengerikan.

Aku tidak begitu mengerti tentang settingan laptop. Berkali-kali masuk ke Bios seperti yang diarahkan oleh artikel-artikel yang kubaca maupun video youtube yang kutonton, tapi tidak berhasil.

Baiklah, laptopku memang benar-benar sakit sekarang. Siang nanti sepulang mengajar akan kubawa ia berobat. Semoga file di dalamnya bisa terselamatkan.

“Mas, melihat kondisi laptop ini, Anda saya berikan 2 pilihan:
1. Semua hal termasuk data-data penting di dalamnya akan terhapus dan hilang, tapi ia sembuh dengan diinstal ulang.
2. Tetap sakit seperti ini dengan membiarkan data-data ataupun memori kenangan di dalamnya meski tidak bisa lagi diakses.”

Sang dokter elektronik alias tukang service seperti bukan memberikan pilihan untuk laptopku, lebih tepatnya pilihan untuk hatiku dengan gejala serupa, bahkan keadaanku jauh lebih parah.

Ya sungguh, keadaan seorang lelaki yang masih menikmati luka dengan menyimpan jutaan kenangan. Lelaki yang masih bertahan atas nama kesetiaan untuk cinta yang sebatas bayangan. Lelaki yang masih memeluk harapan untuk suatu ketidakpastian dalam angan. Oh, kasihan.

Pilihan yang ditawarkan pria separuh baya itu cukup menohok dadaku.
“Tidak bisakah untuk dibackup dulu, Pak?” pintaku.

“Tidak bisa, Mas. Ini sudah tidak bisa masuk lagi ke windows, harus diinstal ulang.”

“Kalau memang hanya itu pilihannya, saya memilih yang pertama. Untuk kesembuhannya saya rela kehilangan file kenangan dan kepentingan data di dalamnya. Karena untuk meraih sesuatu, bukankah kita harus rela melepaskan sesuatu lainnya?” Ya, itu jawabanku untuk laptop. Sedangkan perihal hatiku, aku tidak memiliki jawaban sama sekali. 🥴

Ah, itu urusan lain, yang jelas saat ini aku hanya bisa tersenyum getir. Menimang bahwa setelah ini aku akan begadang untuk mengerjakan ulang semua tugasku. Merepotkan memang, tapi mau bagaimana lagi.

Inilah kehidupan yang penuh kenikmatan.


Usai.


ATAU

Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
2 Comments
  • Unknown
    Unknown 12/28/21, 2:56 AM

    Hai, Om Laptop

    • Mas Azer
      Mas Azer 12/28/21, 10:47 PM

      Apakah ini si Ihaaayyyy...? Atau si Sangit? Kok bisa nyasar ke sini? humh

Tulis Komentarmu
comment url