Melepaskan - Sekadar Coretan


Kau tahu, melepaskan sesuatu yang ikatannya pernah begitu erat memanglah terasa sangat berat. Ya, sungguh. Sebagaimana aku yang sampai detik ini belum sepenuhnya rela untuk benar-benar melepaskanmu, meski kenyataannya kau sudah terlepas dari genggamanku. Secara, kala itu melepaskan adalah satu-satunya jawaban dari sekian banyak asumsi dan kemungkinan dalam pikiran. Aku bisa apa? Bila memang melepaskan menjadi jalan terbaik bagi kita, aku tak bisa memaksakannya. Sampai pada keputusan bahwa melepaskan sudah semacam kewajiban bagi masing-masing kita meski harus dibayar dengan luka dan duka lara. Aku dan kau juga, Nona.

Ah, tidak terasa sudah hampir dua tahun berlalu sejak hari pelepasan kita ...

Pada waktu-waktu kini, merinduimu adalah kepercumaan, atau jika aku harus mengutip kalimatmu "Rindu itu adalah kebodohan." Ya, aku setuju. Karena di sana belum tentu juga kau merindukan diriku yang terbengkalai ini, bukan. Namun aku yakin kau tahu bahwa yang namanya rindu seringkali bersikap curang, Nona. Sepandai-pandainya aku mengelabui kenangan, rindu selalu punya cara untuk mencuri ruang yang memenuhi hati dan pikiran, ia bisa tiba-tiba datang meski tanpa aku undang. Senantiasa bertambah tanpa tahu bagaimana caranya berkurang. Merepotkan memang.


Aku sama sepertimu, tidak bisa berpura-pura untuk tidak rindu. Itu seperti ucapanmu, kan.





ATAU

Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url