Puisi - Kulminasi



K U L M I N A S I ( Nafasnafas pendaki )


Aku adalah tinta, yang tengah belajar menyirat pagi, dan menggaris malam tak terwajah muram, hingga senja esok bukan sesalan bertumpuk.

Yang aku, bukan kecandan cuma, atau puisipuisi bocah yang tengah dimabuk pepatah. Bukan pula hasrat cinta mengatas, lalu belaka suara.

Aku adalah padam, yang memohon bakar, biar yang kelam berjubal pijarpijar, menyuruh nyala jadi permata, yang takan menemukan lapuk menggerogoti tubuh mangsa.

Yang aku, kesungguhan mencintai zaman, dari mendaras sejarah silam. Masa yang suah adalah pusaka, memberi hasrat dan menuang ingat.

Aku adalah nafas, yang mendesak tenang, di antara bungkam yang merugi, sedangkan subuh datang dengan sepi, dingin dan benci.

Yang aku, disuguh ramai cahaya, wartawarta membawa gembira, bagi para pendaki; kado paling puisi.


iR) 100520 ANTEM'


ATAU

Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url