Puisi - Bait yang Kupinjam


Hari-hari itu berlalu seperti hantu dan menghilang seperti awan, lalu dengan cepat lenyap, tak ada lagi yang tersisa untukku selain kepedihan.


Mata yang kugunakan untuk melihat indahnya bunga di musim semi dan kesadaran akan anugerah alam, hanya dapat melihat kegeraman prahara dan nyerinya sepi malam.


Telinga yang sebelumnya kupakai untuk mendengar nyanyian gelombang dengan penuh rasa suka cita, kini hanya dapat mendengar lolongan angin dan amarah laut kepada tebing yang curam.


Jiwa yang teraniaya oleh kegagalan, kekecewaan, dan bertubi guratan dusta seolah menolak dan tidak lagi mempercayai bahwa tulus itu pernah ada. Lantas benarkah kini kau datang dengan sisa tulus yang kau punya?


Tiga bait kupinjam dari indahnya penamu, dan satu bait kurangkai dari segala kekurangan juga ketidaktahuanku.


Some words for today.


🌵Kiesha🌵



ATAU

Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url