PUISI - Aku Ingin Diam



Menjauhlah!
Jangan kemari
Jangan mendekat
Jangan!
Jangan kau usik tempatku berdiam!

aku sedang ingin sunyi
aku sedang ingin sendiri
aku sedang ingin memeluk sepi mimpi.

aku sedang ingin diam
menahan sedih yang menghampiri
menahan pedih yang tak berperi
merenungi luka yang tidak kumengerti ...

Aku ingin diam.
Ketika pada akhirnya perasaan dan kenyataan menjadi lain soal.
Ketika yang ada jadi tiada, dan yang tiada menjadi ada; mengada-ada.

Aku ingin diam
Ketika mereka menerka-nerka dan mereka-reka cinta tanpa etika.
Ketika mereka merenggut paksa perasaan yang tadinya merdeka, lantas mengendalikan hati layaknya boneka.

Aku ingin diam.
Tak perlu kubuka derita menjadi cerita
Tak akan aku bersuara sekalipun maut meminta.
Sungguh, cukup saja hatiku yang tersiksa
akan terlalu kesah bila lidah berkisah.

Aku khawatir mendatangkan gelegar petir bila kuceritakan pada hujan.
Aku takut mengundang bandang bila kukabarkan pada laut dan gelombang.
Aku tak ingin menimbulkan badai bila kuungkapkan pada angin.
Aku enggan menambah nyalakan panas bila kukatakan pada siang.
Sebab bercurah pada gelap malam pun aku masih cemas bila nantinya mengundang hantu-hantu jalang kemari.

Cukup aku tenggelamkan dalam-dalam; dalam diam ...
sampai nanti dada terang
sampai nanti hati lapang
sampai nanti aku yakin segala 'kan kembali tenang


Dan siapapun tenanglah
Jangan mengusik persembunyianku
aku cuma ingin bertemankan hening.
aku cuma ingin diam.


Azer, 271219

ATAU

Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url