Puisi - Renggang




Ini hatiku yang masih terperangkap asmara,
yang detaknya sengatkan gelora.
Meski kutahu cinta ini begitu lara,
meski kurasa panasnya teramat bara
Aku tetap bertahan tanpa jera.


Namun kini ada jeda tengah bersementara,
ada koma membungkam suara.
Ada dinding di ruang antara
Ada hening terpenjara.
Ada luka-luka mendera.

Nestapa merenggangkan kita.
Jeda sementara ...

Tidak kutahu pasti berapa lama yang kusebut 'sementara'
Yang aku khawatirkan bila jeda kesementaraan berlangsung selamanya.

Entah ...
Entah ...
Entah ke mana aku harus mengembara bila rindu datang bermuara?!
Entah bagaimana kucuri cara bila rindu enggan hilang segera?!
Entah ...
Entah ...

Nona,
Rasaku tak sedang bersandiwara!
Cintaku bukanlah topeng pura-pura!

Sekalipun hatiku lebam dilempari prahara
Sekalipun kedukaan bertubi menebaskan sengasara
Nafas cintaku akan terus mengudara
Kembang rindu akan tetap kupelihara
Kecuali maut datang dan merebut kilau hatiku yang laksana mutiara
Dan detik hidupku habis perkara.


Usai di denyut kiri, Azer dengan rasa penuh duri.
Pict by: moko.illustrations

ATAU

Baca Selanjutnya Baca Sebelumnya
Komentar Netizen
Tulis Komentarmu
comment url